Potensi Lahan Budidaya Ikan Air Tawar

Potensi lahan ikan air tawar ada dua, yaitu potensi untuk kolam/empang dan potensi perairan umum. Kedua potensi itu akan di bahas menditel di bawah ini.

1 . Kolam / Epang
Budidaya perikanan tidak lepas dari ketersediaan air dan lahan. Keduanya merupakan media hidup hidup ikan dan sumber daya perikanan. Lahan yang cocok untuk budidaya ikan di kolam adalah lahan yang memiliki sumber air, baik sungai, irigasi ataupun sumber mata air.

Daerah peggunungan maupun dataran rendah yang memiliki persediaan air yang cukup sangat cocok digunakan untuk budidaya ikan. Kolam atau siwalan dapat dibuat dihalaman dan pekarangan rumah.

Di Indonesia, budidaya ikan air tawar di kolam maupun empang masih di anggap sebagai usaha sampingan bagi suatu rumah tangga. Budidaya ini sebenarnya bisa di kembangkan sebagai usaha intensif apabila lahan dan aspek modal tersedia.

Budidaya ikan air tawar bisa juga di usakan disawah. usaha ini dilakukan setelah masa panen padi sambil menunggu masa tanam berikutnya, dilakukan bersamaan dengan masa tanam sehingga pola budidaya ikan yang seperti ini lazim disebut sebagai usaha mina padi.

Budidaya ikan di kolam atau di sawah sudah lama dilakukan orang, utamanya Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa tenggara timur, Maluku maupun Papua. Budidaya ikan air tawar sangat menantang untuk diusahakan mengingat potensinya begitu besar.

pantai dan potensi perikanan di indonesia

2 . Danau, Waduk, Sungai, Saluran irigasi
Perairan umum air tawar meliputi danau, waduk, sungai dan saluran irigasi. Semua jenis peraiaran itu berpotensi untuk budidaya ikan ai tawar, baik dengan karamba, karamba jaring apung, maupun dengan hampang.

Potensi pengembangan budidaya ikan air tawar dengan karamba, jaring apung dan hambang jauh lebih tinggi daripada potensi budidaya kolam/empang dan mina padi.

Budidaya ikan di kolam dan mina padi sudah lama diusahakan di seluruh wilayah indonesia, Sementara budidaya ikan dengan karamba, karamba jaring apung, dan hampang baru intensif diusahakan disumatera dan jawa.

Untuk meningkatkan produktifitas budidaya perikanan, khususnya air tawar, pemerintah telah mengupayakan berbagai kebijakan dengan melibatkan pihak swasta maupun pelaku perikanan dari masyarakat luas dengan maksud untuk menggerakan lokomotif pembangunan sektor perikanan air tawar dari hulu sampai hilir.

Berbagai kegiatan yang telah dilakukan, antara lain :
  1. Memberikan penyuluhan akan pentingnya mengkonsumsi ikan, termasuk ikan air tawar. Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan merupakan hal yang sangat penting untuk ditumbuhkan. Usaha peningkatan produksi akan sia-sia bila masyarakat masih menjadi penggerak budidaya ikan hulu ke hilir.
  2. Mendukung dan menyediakan fasilitas pembenih ikan serta pasar pusat penjualan.
  3. Memberikan penyuluhan tehnik pemulian induk, pemijahan, penetasan, pembibitan dan pembesaran.
  4. Meberikan fasilitas pemasaran ikan.
  5. Mendukung industri pakan ikan maupun penyuluhan pembuatan pakan ikan secara mandiri oleh masyarakat.
  6. Mendukung industi pengolahan ikan dan eksportir ikan.
  7. Memberikan regulasi yang mempermudah usaha sektor perikanan dari hulu ke hilir sehingga masyarakat dan dunia industri antusias dalam meningkatkan budidaya ikan.

Subscribe to receive free email updates: