Penebaran Benih Ikan Air Tawar

Penebaran benih bisa dilakukan apabila tahap tempat budidaya, baik itu kolam, karamba atau pun KJA, telah siap. Air sudah siap untuk usaha budidaya apabila sudah berwarna kehijauan karena plankton sudah mulai tumbuh dan berfungsi sebagai makanan alami.

Benih ikan untuk budidaya bisa diperoleh dari hasil pemijahan sendiri. Kalau belum bisa memijah sendiri, dapat pula membelinya di petani pembenih atau balai benih ikan (BBI) terdekat.


Seleksi Benih
Benih ikan yang akan di budidayakan di kolam, karamba, atau karamba jaring apung harus diperiksa terlebih dahulu sebelum disebarkan. Tujuan dari seleksi benih adalah untuk mendapatkan benih ikan yang sehat dan berukuran seragam agar pertumbuhanya dapat serempak.

Kriteria benih ikan yang sehat adalah:
  • Ukuran seragam dan berwarna cerah.
  • Gerakan di dalam air lincah dan gesit.
  • Bebas dari bibit penyakit.
  • Tidak cacat dan luka akibat pengangkutan maupun infeksi pathogen.
  • Posisi tubuh di dalam air normal.
  • Apabila air di dalam wadah di putar, benih ikan akan berenang melawan arus putaran.


Ukuran benih untuk budidaya tergantung tahap pembesaran yang dipilih sebagai segmen usaha dan jenis ikan di budidayakan. Untuk budidaya pada karamba dan KJA, ukuran benih harus seragam dan lebih besar dari lubang jeruji atau jaring karamba yang 1 inci. Dengan demikian maka ikan tidak akan lolos melalui celah jeruji atau mata jaring.


Pengangkutan Benih Ikan
Untuk mengangkut benih ikan yang dibeli dari petani pembenih atau BBI dapat dilakukan dengan menggunakan wadah terbuka, yaitu memakai drum atau jerigen yang dilubangi. Wadah ini bisa digunakan untuk mengangkut benih ikan lele dalam jarak dekat.

Untuk pengangkutan jarak jauh, benih ikan dimasukan dalam kantong plastik dan diberi oksigen. Benih ikan mas, gurami, maupun nila biasanya di angkut dalam kantong beroksigen.

Subscribe to receive free email updates: