Budidaya Ikan Bawal Agar Keuntungan Optimal

Ikan bawal, Colossama macropopum, Berasal dari Brasil. Di negeri asalnya, bawal disebut Tambaqui. Sebutan lainnya adalah Gamitama (Peru), Cachama (Venezuela), Red Bally Pacu yang berarti pada bagian perut terdapat warna merah (USA dan Inggris).

budidaya ikan bawal
Ikan Bawal dapat tumbuh dengan cepat. Dagingnya pun enak. Tak mengherankan bila ikan bawal akan menjadi pilihan budidaya ikan air tawar dimasa yang akan datang.

Ikan bawal masuk ke Indonesia melalui importir ikan hias dari Singapura dan Brasil. Ikan bawal air tawar memang bisa dijadikan ikan hias karena warnanya yang putih keperakan dan bagian bawah perutnya berwarna merah.

Fillum
Chordata
Sub fillum (Anak fillum)
Vertebrata
Klas
Pisces
Sub klas (Anak kelas)
Neopterigii
Super Ordo
Cypriniformes
Ordo
Cyprinoidea
Famili (Suku)
Characidae
Sub famili
Serrasalminae
Genus (Marga)
Colossoma
Species (Jenis)
Colossoma Macropomum

Bentuk tubuh ikan bawal adalah pipih. Dilihat dari samping, tubuhnya kelihatan agak bulat. Dengan bentuk tubuh seperti itu, ikan bawal termasuk kategori perenang lambat seperti gurami. Warna tubuh bagian atas abu-abu gelap, sedangkan bagian bawah berwarna putih. Pda awal dewasa, bagian tepi sirip perut, sirip anus, dan bagian bawah sirip ekor berwarna merah. Warna merah ini merupakan ciri khusus ikan bawal sehingga ikan ini disebut Red Bally Pacu. Sisi ikan bawal berbentuk stenoid, setengah bagian sisik belakang menutupi sisik bagian depan.

Kepala ikan bawal tergolong kecil bila dibandingkan dengan badannya. Mulut terletak dibagian ujung kepala. Posisinya agak sedikit keatas. Matanya kecil dengan lingkaran berbentuk cincin. Rahang pendek dan kuat dengan gigi seri yang tajam. Ikan bawal mempunyai lima macam sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip anus, dan sirip ekor. Sirip punggung dengan satu jari-jari agak keras tetapi tidak tajam, serta jari-jari lainnya lemah. (Arie U., 2000).

Habitat asli ikan bawal adalah sungai besar di Amerika selatan, yaitu di sungai amazon (Brasil) dan Sungai Oronico (Venezuela). Ikan bawal suka bergerombol diperairan yang deras. Meski begitu ditemukan pula diperairan yang tenang, terutama saat masih benih.

Ikan bawal tergolong ikan carnifora, pemakan daging, dengan gigi yang tajam. Pada fase larva, ikan bawal menyukai zooplankton seperti artemia sp, Brachionus sp, maupun Moina sp. Setelah agak besar ikan bawal makan cacing, detritus, serangga, udang-udangan, moluska dan tumbuh-tumbuhan air berdaun lunak. Ikan bawal lebih suka makan di bagian tengah perairan, bukan didasar perairan (Botom feeder) atau di permukaan (Surface Feeder).

Pada budidaya pembesaran ikan bawal bisa diberi pelet, ikan rucah, dan daging keong mas.

Di alam, ikan bawal memijah pada awal dan selama musim penghujan. Induk jantan berbadan langsing dengan warna merah lebih menyala, bergerak lebih lincah, dan bila diurut bagian perutnya akan keluar cairan berwarna putih. Tubuh induk betina lebih gemuk dengan perut gendut dan gerakannya lamban. Pada usia empat tahun ikan bawal betina sudah dapat menjadi indukan dengan berat tubuh 4 kg. Ikan jantan berumur tiga tahun, dengan berat 3 kg, sudah dapat digunakan sebagai pejantan. Induk betina seberat 4 kg dapat menghasilkan 500.000 telur.

Di alam, ikan yang sudah matang gonad akan mencari tempat yang cocok untuk memijah. Daerah yang disukai adalah hulu sungai. Saat musim hujan tiba, tempat yang tadinya kering akan tergenang air. aroma tanah kering yang tergenang air hujan mampu merangsang pemijahan ikan bawal. Saat pemijahan berlangsung, induk jantan bekerjaan dengan induk betina. Sesekali induk betina menempelkan perut di induk jantan. Pada saatnya induk jantan dan betina lebih gesit bergerak hingga betina mengeluarkan telur sementara yang jantan mengeluarkan spermanya. Dengan cara itu telur yang melayang-layang akan terbuahi.

Pada budidaya, pemijahan dapat dilakukan dengan metode Induced Spawning, yaitu dengan menyuntikkan hormon. Hormon yang dipakai untuk merangsang terjadinya telur adalah LHRH-a HCG (Human Choironic Gonadotropin), Hormon Ovaprim, dan PG (Pituary Gland) (Arie U., 2000).

TABEL STANDAR KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN BAWAL

PARAMETER KUALITAS AIR
STANDAR KUALITAS AIR
Suhu
25 - 30 ⁰C
pH
7 - 8
Oksigen Terlarut (DO)
>4 mg/lt
NH3
<0,02 ppm
Transparasi (Warna air Oleh Plankton)
20 – 40 cm
Karbondioksida (CO2)
<25 mg/l
Nitrit (NO2)
<0.05
Alkalinitas
50-500 mg/l
Kesadahan Total
>50 mg/l

Budidaya ikan bawal agar keuntungan optimal apabila dilakukan pengelolaan tempat budidaya, benih, kualitas air, pakan, dan pengendalian penyakit.

Berikut ini diuraikan kunci sukses pembesaran ikan bawal :
A. Tempat Budidaya. Budidaya ikan bawal lebih efektif jika dilakukan pada kolam air deras mengingat ikan bawal bisa hidup di sungai yang mengalir deras. Walaupun demikian bawal juga bisa dibudidayakan di kolam air tenang. Budidaya ikan di karamba dan jaring apung pun mampu mendatangkan keuntungan yang besar. Budidaya ikan bawal pada kolam air deras dapat dilakukan apabila di lokasi tersedia debit air yang lebih besar dari 20 liter/detik. Untuk mengukur debit air bisa dilakukan mengukur L (lebar) X T (tinggi) X P (panjang) saluran yang akan dijadikan sampel. Misalnya, lebar 30 cm, dan panjang saluran 10 m (diberi batas). dengan menggunakan stop watch, kita bisa mengukur kecepatan air di sepanjang saluran. Untuk itu kita perlu menggunakan bahan yang terapung. Bila hasilnya, misalkan 30 detik, maka debit airnya adalah 0,3 m X 0,3 m X 10 m/30 detik = 0,9 m3/30 detik = 900 lt/30 detik = 30 liter/detik. Ikan bawal bisa di pelihara di karamba yang diletakkan di sungai atau saluran irigasi. Lokasi yang digunakan untuk meletakkan karamba hendaknya di pilih yang airnya tidak tercemar limbah kimia.
B. Benih. Benih merupakan komponen yang sangat penting untuk diperhatikan dalam suatu budidaya, termasuk budidaya ikan bawal. Benih ikan bawal yang akan ditebar hendaknya di pilih yang berkualitas. Benih unggul diperoleh dari indukan unggul. Kriterian indukan unggul saat masih muda sudah berbadan besar dan sangat matang gonad (berumur 3 tahun), bobotnya minimal 3 kg.
menghitung benih ikan bawal 
Benih ikan bawal yang di tebar untuk pembesaran secara intensif adalah berukuran panjang 3,2 - 3,5 cm, berumur kurang lebih 45 hari. benih ikan bawal ukuran tersebut untuk bobot 400 - 500 gr membutuhkan waktu 5 - 6 bulan. Padat tebar menurut jenis wadah budidaya intensif adalah :
  • Kolam air deras (KAD) : 50 ekor/m3.
  • Karamba : 20 ekor/m3.
  • Karamba jaring apung (KJA) : 50 ekor/m3.

benih ikan bawal

Benih yang baik mempunyai ciri tubuh normal, pergerakan aktif dan lincah terhadap arus maupun rangsangan dari luar. Ukuran benih seragam.
C. Pengelolaan Pakan. Pemberian pakan harus dilakkan dengan jumlah yang tepat. Artinya, pakan yang diberikan tidak berlebih atau kurang. Pakan berlebih akan memperburuk kualiatas air karena sisa pakan, sementara kekurangan pakan akan mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi lambat. Pakan ikan untuk budidaya ikan bawal bisa dibuat sendiri atau dengan membeli. Kandungan protein pakan yang diberikan untuk pembesaran minimal 25% dalam sehari jumlah pakan diberikan adalah 3 % dari berat total ikan aktual (biomass), yaitu berat rata-rata ikan X jumlah populasi dalam kolam. Pakan sejumlah itu dibagi menjadi tiga, yaitu untuk diberikan pagi, siang, dan malam. Misalnya berat rata-rata ikan 100 gram, populasi dalam kolam 10.000, berarti biomass dalam kolam 1.000 kg. Jumlah pakan perhari adalah 1,000 kg X 3 % = 30 kg. Dalam sehari pakan yang diberikan adalah 30 kg untuk tiga kali pemberian. Nafsu makan ikan dipengaruhi olehsuhu air. Pada pagi hari suhu air sekitar 22 ⁰C. Pada suhu ini nafsu makan ikan kurang baik. Oleh sebab itu jumalah pakan yang diberikan dikurangi untuk ditambahkan pada pemberian pada siang dan sore hari.
D. Pengelolaan Kualitas Air. Pada budidaya pada kolam air deras dan karamba,  kualitas iar yang digunakan untuk budidaya perlu diperhatikan. Apabila ada tanda bahwa kondisi berbahaya bagi ikan maka harus dilakukan tindakan penyelamatan.
E. Pencegahan Penyakit. Pada budidaya ikan bawal yang dilakukan di kolam air deras, karamba, atau karamba jaring apung, air terus berganti sehingga serangan penyakit cukup jarang terjadi. Namun demikian petani ikan harus tetap waspada akan kemungkinan serangan hama penyakit. Untuk mengantisipasi secara dini serangan penyakit, beberapa hal dapat dilakukan, yaitu :

  1. Untuk kolam air deras, sebelum kolam diisi air, lakukan pengeringan selama 14 hari dan sekaligus lakukan pengapuran.
  2. Jagalah sanitasi lingkungan.
  3. Lakukan penebaran benih dalam jumlah yang optimum, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit.
  4. Pemberian pakan tidak boleh berlebih, tetapi juga jangan sampai kurang.
  5. Tangani ikan dengan baik agar tidak terjadi luka yang akan mungkin akan memicu terjadinya infeksi.
  6. Cegah masuknya binatang liar seperti burung, siput, ataupun kepiting yang mungkin dapat membawa penyakit.

produk produk perikanan nasa
Penambahan Pemberian Produk Nasa Akan Menambah Peningkatan Kesuksesan Budidaya Ikan Bawal.

PHONE : 081 225 9999 01
BBM : 2B11A003

Subscribe to receive free email updates: