Pembesaran Budidaya Udang Galah

PEMILIHAN TEMPAT BUDIDAYA UDANG GALAH
Upaya pertama yang harus dilakukan untuk menjalankan budidaya udang galah adalah pemilihan tempat yang baik. Udang galah memerlukan syarat lokasi sebagai berikut :
  • Ketinggian ideal 400-500 meter dari permukaan laut
  • Tanah yang baik adalah lumpur berpasir
  • Terdapat sumber air mengalir
  • Daerah bebas banjir
  • Bebas dari pencemaran
  • Keamanan terjamin
  • Mudah di jangkau
1. KONTRUKSI KOLAM DAN PENGATURAN DASAR KOLAM
Bentuk Kolam
Bentuk kolam yang ideal adalah empat persegi panjang dengan luas 1000 m2 untuk budidaya secara intensif. Tetapi untuk mempermudah pengaturan kondisi lingkungan dan pemberian pakannya bisa juga dibuat kolam-kolam ukuran kecil, misalnya 50 m2, 100 m2, dsb.. Pematang harus kuat dan dibuat sedemikian rupa sehingga kedalaman airnya bisa mencapai 60-120 cm.

Parit / Caren
Dasar kolam hendaknya dibuat miring ke arah pembuangan (Outlet) air dan dibuat parit (caren) yang menghubungkan pintu air masuk dan pintu pembuangan air. Caren ini merupakan parit yang berfungsi untuk mempermudah saat dilakukan panen / seleksi. Ukuran caren adalah memanjang dengan lebar 50cm dan kedalaman 30-40 cm. Diujung caren bisa juga dibuat lubang penangkapan, lubang penangkapan ini bisa dibuat dekat saluran pemasukan air atau pengeluaran air. Lubang penangkapan luasnya bisa disesuaikan dengan luas kolam, umumnya sekitar 2 * 2 meter dengan kedalaman 75 cm.

Pemasukan Air
Untuk membantu ketersediaan oksigen, hendaknya saluran masuknya dibuat dengan system air terjun. Tetapi jika budidaya dilakukan secara intensif dengan padat tebar yang sangat tinggi (diatas 25 ekor/meter persegi), maka bisa juga dilengkapi dengan kincir.

Shelter / Rumpon Udang
Didalam kolam harus dipasang shelter / rumpon / perlindungan berupa pelepah daun kelapa, ranting pohon bambu, paralon dll..., sebanyak 25-75 % dari luas kolam. Shelter ini diambangkan didalam air dan berada kurang lebih 40cm dari dasar kolam.

Tanah
Tanah yang baik untuk dasar kolam udang galah adalah tanah yang terdiri dari lumpur dan pasir dengan perbandingan Lumpur : Pasir = 80 : 20 . Jika tanah dasar kebanyakan adalah tanah liat hendaknya diberikan pasir.

pH ( KEASAMAN )
PH tanah yang paling ideal adalah antara 6,8 - 7,5 untuk menjaga agar tidak terjadi goncangan keasaman maka tanah harus diberikan kapur. Kebutuhan kapur disesuaikan dengan kondisi pH tanah, dapat dilihat sbb:

Kebutuhan Kapur untuk berbagai keasaman dan tekstur kolam
pH
Jumlah Kapur / ha (ton)
Jumlah Kapur / ha (ton
Lempung liat
Pasir berlumpur
3,5 – 4,0
4,0
2,0
4,1 – 4,5
2,0
1,25
4,6 – 5,0
1,5
1,0
5,1 – 5,5
1,0
0,5
5,6 – 6,0
0,5
0,25
6,1 – 6,5
0,5
0,25
www.viternaplus.com

Pupuk
Untuk melengkapi kebutuhan ekosistem atau lingkungan kolam, maka sebelum air dimasukkan sebaiknya diberikan pupuk. Pupuk TAMBAK ORGANIK NUSANTARA (TON) yang dipasarkan oleh PT.NATURAL NUSANTARA melalui distributor nya, merupakan jawaban untuk mendukung terciptanya tanah kolam yang ideal untuk berbudidaya udang galah. Untuk tanah 1000 meter persegi kebutuhan Pupuk TON adalah 2 - 4 botol. TAMBAK ORGANIK NUSANTARA (TON) ini diberikan 1 minggu setelah tanah dikapur atau 1 hari sebelum air dimasukkan setinggi 10 cm . Caranya dengan dicampur air secukupnya dan kemudian disiram secara merata di permukaan tanah kolam dan dinding tanggulnya. Dengan pemakaian pupuk TON sudah tidak diperlukan lagi pemberian pupuk makro (Urea, Tsp, Kcl)

2. KUALITAS AIR
Syarat utama agar udang galah bisa tumbuh dengan baik adalah kondisi lingkungan air yang berkualitas baik. untuk itu harus benar-benar diperhatikan dalam pengaturan air ini. Air yang dimasukkan harus benar-benar air yang bersih, bebas pencemaran, cukup sepanjang tahun. Kualitas air hendaknya memenuhi standar :
a. Suhu air 26C -31C
b. Kecerahan air 25-40 cm
c. pH 6-8
d. Kesadahan 40-100 ppm
e. Oksigen terlarut 4-6 ppm
f. Amoniak dibawah 0,1 ppm
g. Nitrit dibawah 5 ppm

Suhu air dapat diketahui dengan menggunakan alat termometer. Kecerahan air merupakan ukuran dari kepadatan plankton, jika kondisi warna air hijau kecoklatan dengan kecerahan antara 25 cm - 40 cm, maka planktonnya sangat baik untuk pertumbuhan udang galah.

pH air menunjukkan tingkat keasaman air, umumnya air dikolam / tambak cenderung asam, sehingga setiap minggu sekali atau dua kali hendaknya diberikan kapur / dolomite (paling baik jika setelah turun hujan) sebanyak 10-20 ppm atau 10-20 kg/1000 m2 lahan. 

Keasadahan merupakan ukuran untuk menyangga goncangan keasaman. Biasanya untuk lahan-lahan baru atau awal budidaya kesadahanya sangat rendah, sehingga pemberian dolomite sangat membantu, selain untuk membantu pH seperti diatas.

Oksigen terlarut harus dalam jumlah yang ideal. jika terlalu kecil berarti tandanya terjadi perombakan bahan organik yang tinggi didasar kolam oleh mikro organisme yang menggunakan oksigen sebagai sumber energi dalam jumlah banyak. Jika terlalu tinggi maka planktonnya terlalu padat yang berarti akan terjadi perubahan / goncangan kualitas air yang besar yang berakibat udang akan mudah stress.

Amoniak dan nitrit yang tinggi menandakan kondisi dasar tambak dan air yang sangat busuk dan terlalu tingginya endapan organik di dasar tambak. Jika sudah terlalu  tinggi hendaknya dilakukan siphon (pengangkatan lumpur dasar).

Untuk mendukung kualitas air yang optimal dan ideal, maka diperlukan unsur-unsur atau nutrisi yang cukup. Disini TAMBAK ORGANIK NUSANTARA (TON) atau NASA ORGANIK CAIR Sangat baik untuk mendukung kondisi ekosystem / lingkungan yang ideal tersebut. Sehingga segala aspek yang mendukung kualitas linmgkungan dapat dijaga dengan baik.

Pemakaian TAMBAK ORGANIK NUSANTARA untuk kolam yang sudah di isi air adalah sebanyak 0,5-1 botol (250-500cc) per 1000 m2 sedangkan untuk PUPUK ORGANIK CAIR NASA sebanyak 1-4 botol per 1000 m2. Waktu pemberianya adalah setiap 20 hari sekali setiap pagi hari atau sore hari.

Kualitas Air Yang Baik Merupakan Faktor Utama 
Dalam Budidaya Udang Galah

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembesaran Budidaya Udang Galah"

Posting Komentar